Assalamu’alaikum….
alhamduliLLAH, telah sampai selamat ke rumah, kembali bersama keluarga… satu nikmat yang mungkin ada orang lain tak dapat merasainya.. betapa saya menghargainya dalam hidup saya..
terasa sedih Ramadhan yang bakal pergi, namun apa yang saya harapkan smoga amalan kita pada bulan ini diterima Allah, semoga kita dapat bertemu dengan Ramadhan yang akan datang … ameen…
sudah lama rasanya tak update blog ni.. tak cukup masa nak update… hehe…
sekadar nak berkongsi satu tazkirah yang bermakna untuk saya hari ni… daripada Dr Asri, beliau berkongsi satu hadith (tidak dinyatakan riwayatnya, sapa yang tahu tolong beritahu ye…). Beliau berkata:
“ Nabi s.a.w selalu sebut dan kita kena ingatkan, Sesiapa yang AKHIRAT itulah perkara yang paling utama dalam kehidupannya, maka Allah jadikan kekayaannya itu berada dalam jiwanya, Allah susun urusannya dan DUNIA itu datang kepadanya dalam keadaan HINA, (maksudnya DUNIAitu HINA, dia dapat DUNIA tersebut dengan keadaan dia MULIA)….
Sesiapa yang DUNIA itu paling difikir olehnya, benda yang paling dia susah hati, Allah jadikan kefakiran itu di antara dua matanya…lalu dipecah-pecahkan urusannya, (tak menentu, tiada pendirian, tiada kehormatan diri), tidaklah DUNIA itu datang kepadanya melainkan dengan kadar-kadar yang dia dapat sahaja (dapat DUNIA, tapi dalam keadaan HINA….)”
terasa insaf saya hari ni.. huhu… pilihan itu di tangan kita…
yang mana yang kita utamakan???
akhirat atau dunia??
yang mana satu yang kita mahu??
mulia atau hina….???
“maka Dia mengilhamkan kepadanya (jalan) kejahatan dan ketaqwaannya,
sungguh beruntung orang yang mensucikannya(jiwa itu),
dan sungguh rugi orang yang mengotorinya….” (As Syams, 91:8-10)
boleh dengar sendiri dari Dr. Asri di sini..~ kredit to syarief.. jzkk.
Benar.
Begitu manusia di akhir zaman, bersifat hubbuddunya - yang membawa kepada hidup nafsi-nafsi. Namun ada juga yang salah anggap. Bila Rasulullah bersabda, “Cinta dunia adalah sumber segala dosa dan cela!”, ramai yang menganggap dunia itu cela dan buruk sahaja. Sedangkan Rasulullah juga bersabda, “Dunia itu ladang bagi akhirat.”
Spertimana byk yang diumpamakan seperti pisau, begitu juga dunia. Ketika pisau tidak digunakan oleh siapapun, maka ia tidak memiliki nilai apa pun. Pisau baru memiliki nilai baik atau buruk adalah setelah ia berada di tangan manusia.
Ketika pisau berada pada tangan manusia yang baik maka ia akan digunakan oleh si manusia untuk membantunya melakukan hal-hal yang positif, seperti mengiris daging untuk dibuat rendang pada hari raya, menghiris bawang, bahkan untuk melakukan surgery atas mereka yang sakit.
Namun, ketika pisau berada di tangan orang-orang yang jahat, maka ia digunakan oleh para penjahat untuk melakukan kejahatan-kejahatan.
Begitu pun dunia, ketika seseorang melihat semua kesenangan-kesenangan yang terkandung di dalam dunia, seperti wanita, anak-anak, maupun harta kekayaan, maka semua itu bergantung sejauh mana ia melihat kesemuanya itu berkaitan dengan dirinya.
Jika seseorang, tanpa sedar, melihat atau menyingkapi dunia dan kehidupannya ini seolah-olah ia abadi atau kekal, maka benar-benar telah tertipu olehnya, kerana sebenarnya dunia ini fana, bersifat sementara dan tidak kekal. In fact, real life starts with death!
Jadi, jom berhati-hati dengan DUNIA. Ayo hayati beberapa verses…
“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.” (Aali-Imran,3:185)
“Negeri akhirat itu, Kami jadikan untuk orang-orang yang tidak ingin menyombongkan diri dan berbuat kerusakan di (muka) bumi. Dan kesudahan (yang baik) itu adalah bagi orang-orang yang bertakwa.” (Al-Qashash,28:83)
“Barangsiapa yang menghendaki keuntungan di akhirat akan Kami tambah keuntungan itu baginya dan barangsiapa yang menghendaki keuntungan di dunia Kami berikan kepadanya sebagian dari keuntungan dunia dan tidak ada baginya suatu bahagianpun di akhirat.” (As-Syura,42:20)
September 29, 2008 @ 11:40 amLihat juga Demi Matahari(As-Syams) http://www.youtube.com/watch?v=3UGbppb1LrY
September 29, 2008 @ 12:01 pmterima kasih The Voices.. tulisan yang bermakna…
October 2, 2008 @ 2:59 amhadith yang ustaz asri sebut adalah riwayat at-tirmidzi daripada anas bin malik RA daripada Nabi SAW. al-albani menilainya sebagai shahih. wallahua3lam.
عن أنس بن مالك قال : قال رسول الله صلى الله عليه و سلم من كانت الآخرة همه جعل الله غناه في قلبه وجمع له شمله وأتته الدنيا وهي راغمة ومن كانت الدنيا همه جعل الله فقره بين عيينه وفرق عليه شمله ولم يأته من الدنيا إلا ما قدر له
October 4, 2008 @ 10:29 amsedikit komen.
dunia itu loncatan untuk pergi ke akhirat. sedikit sebanyak memainkan peranan dalam menentukan tempat kita di akhirat. gunakan peluang yang diberikan di dunia untuk mengejar tangga kejayaan di akhirat. bukanlah memilih yang mana satu antara dua, kemudian meninggalkan yang satu lagi secara total.
yang dimaksudkan di dalam hadith tersebut adalah untuk orang yang meletakkan dunia sebagai #1 di dalam hatinya, paling penting bagi dirinya dan akhirat hanya menjadi substitute. itu yang bermasalah. wallahua3lam.
tambahan:
hadith ini juga diriwayatkan oleh at-tabrani daripada ibnu 3abbas. wallahua3lam.
October 4, 2008 @ 10:41 am